Kamis, 22 November 2012

transfusi darah

Diposting oleh dara minang di 02.12
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Unit Transfusi Darah merupakan suatu pelayanan yang masuk di dalam ruang lingkup pelayanan kesehatan. Yang mana dalam pelaksanaan nya sudah diatur sesuai dengan standar dan kebutuhan yang ada dan Kepres No.18 tahun 1980 tentang pelayan tranfusi darah.Transfusi darah adalah pemberian darah kepada seseorang dari orang lain atau biasa disebut juga istilah donor. Darah transfusi harus berasal dari donor yang sehat jasmani dan rohani, oleh karena itu sebelum diambil darahnya donor harus melalui sejumlah pemeriksaan.

Darah terdiri dari beberapa komponen, yaitu sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), keping darah (trombosit), dan plasma. Kadang-kadang tidak semua komponen darah tersebut dibutuhkan oleh pasien. Misalnya pasien yang terkena demam berdarah hanya membutuhkan trombosit saja. Selain itu, volume transfusi juga harus diperhatikan. Pasien yang masih anak-anak, volume transfusi yang diberikan tidak sama dengan volume transfusi yang diberikan kepada orang dewasa. Oleh karena itu, darah utuh lebih baik dipisahkan menjadi komponen-komponen darah.

1.2. TUJUAN

Tujuan dari penyadapan darah adalah mendapatkan darah yang aman dan bermanfaat bagi yang menerimanya. Sedangkan tujuan dari transfusi darah adalah memberikan komponen darah sesuai kebutuhan pasien.

Ruang lingkup Unit Tranfusi Darah meliputi :

 Rekruitmen donor
 Seleksi calon donor
 Penyadapan darah donor
 Skrining darah donor
 Pengolahan komponen darah
 Penyimpanan darah
 Distribusi/transportasi
 Pencatatan dan pelaporan





BAB II
PEMBAHASAN
2.1. AFTAP
Aftap adalah proses pengeluaran atau penyadapan darah dari lengan pendonor dengan cara phlebotomi melalui vena cubitti.
Prosedur penyadapan/aftap darah terdiri dari :
 Pemeriksaan pendahuluan.
 Pemeriksaan dokter.
 Penyadapan darah.
 Istirahat/observasi.
 Pengambilan kartu donor.

Proses penyadapan darah biasanya melalui beberapa tahap di antaranya :
1. Seleksi donor darah
Seleksi donor darah merupakan upaya untuk menjaga keselamatan donor darah dan untuk menjaga keselamatan penerima darah / resipien.

1.1 Syarat Donor darah :
Prinsip : dari donor yang sehat didapatkan darah yang aman.
Untuk lolos seleksi, calon donor harus memenuhi persyaratan yang tertera dalam formulir isian yang memuat beberapa kriteria kondisi fisik berikut ini :
1. Keadaan umum
Calon donor tidak tampak sakit, tidak dalam pengaruh obat-obatan seperti misalnya golongan narkotik dan alkohol serta tidak menderita suatu penyakit tertentu seperti penyakit jantung, paru-paru, hati, ginjal, kencing manis dll.
2. Umur donor
Berkisar antara 17-60 tahun, kecuali atas pertimbangan dokter
3. Berat badan
Berat badan minimal calon donor adalah 45 kg
4. Suhu tubuh
Suhu tubuh calon donor tidak lebih dari 370 C








5. Nadi
Denyut nadi berkisar antara 60-100x per menit, teratur tanpa denyut patologis
6. Tekanan darah
Tekanan sistole antara 100-160 mmHg dan diastol antara 60-100 mmHg
7. Kadar Hb
Kadar Hb calon donor harus 12,5 g / dl
8. Haid, kehamilan dan menyusui
Setelah selesai haid, 6 bulan setelah melahirkan dan 3 bulan setelah berhenti menyususi diperkenankan menyumbangkan darahnya.
9. Jarak penyumbangan donor
Jarak penyumbangan darah lengkap minimal 10 minggu. Penyumbangan darah lengkap dapat dilakukan minimal 48 jam setelah menjalani plasma / trombopheresis.
10. Untuk menjaga kesehatan dan keselamatan resipien, calon donor juga harus memenuhi persyaratan berikut ini :
• Kulit donor
Kulit lengan di daerah tempat penyadapan harus sehat tanpa kelainan, tidak ada bekas tusukan jarum
• Riwayat transfusi darah
Calon donor tidak boleh menyumbangkan darahnya dalam waktu 12 bulan setelah mendapatkan transfusi darah
• Penyakit infeksi
Calon donor dengan pemeriksaan lab terhadap syphilis, Hepatitis B, Hepatitis C dan HIV yang menunjukkan hasil positif tidak boleh menyumbangkan darahnya.
• Riwayat imunisasi dan vaksinasi
Calon donor dapat menyumbangkan darahnya 8 minggu setelah mendapat vaksinasi
• Riwayat operasi
Calon donor dapat menyumbangkan darahnya :
• 5 hari setelah pencabutan gigi
• 6 bulan setelah menjalani operasi kecil
• 12 bulan setelah manjalani operasi besar
• Riwayat pengobatan
Calon donor dapat menyumbangkan darahnya :



• 3 hari setelah meminum obat-obatan yang mengandung aspirin dan piroxicam
• 12 bulan setelah dinyatakan sembuh terhadap penyakit syphilis dan Gonorrhoe
• Obat-obat narkotik dan alkohol
• Pecandu narkotik tidak boleh menyumbangkan darah selamanya
• Pecandu alkohol tidak boleh menyumbangkan darahnya
• Tato, tindik dan tusuk jarum
Calon donor dapat menyumbangkan darahnya 12 bulan setelah tato, tindik dan tusuk jarum.
1.2 Melakukan pengisian formulir calon donor darah
Setelah calon donor memenuhi persyaratan, maka calon donor dipersilahkan untuk mengisi informed concent yang disediakan.
1.3 Melakukan pemerikasaan fisik calon donor
metode :
• Melakukan penilaian hasil pengisian status donor di formulir pendaftaran
• Anamnesis
• Pemeriksaan kesehatan dengan inspeksi, palpasi dan auskultasi
1.4 Melakukan persiapan peralatan seleksi donor darah
persiapan peralatan seleksi donor darah meliputi :
alat untuk pemeriksaan kadar hb yang terdiri dari gelas kimia 50 ml, tabung hematokrit, lancet steril dan autoclick; alat untuk pemeriksaan golongan darah yang terdiri dari kartu golongan darah, lancet steril, autoclick dan batang pengaduk; serta alat untuk pemeriksaan tekanan darah yang meliputi tensimeter dan stetoskop.
1.5 Penyadapan darah ( aftap ) :
 Teknik pengambilan darah dan sampel darah, dilakukan pada donor yang telah lolos seleksi. Pada saat akan dilakukan pengambilan darah dan sampel darah perlu diperhatikan teknik pengambilan darah dan sampel agar mendapatkan darah yang aman. Teknik pengambilan darah dan sampel darah dilakukan dengan ketentuan sbb :
 Semua prosedur dilakukan secara aseptik, alat-alat yang digunakan harus steril
 Petugas pengambilan darah adalah teknisi yang mempunyai kompetensi dan terlatih






 Kantong darah yang dipilih harus memiliki izin edar
 Aliran darah harus lancar
 Pengambilan darah harus kurang dari 6 menit
 Volume darah yang diambil harus sesuai dengan volume antikoagulan
 Pencampuran darah dan antikoagulan harus baik
 Selesai aftap segera simpan darah pada suhu 20c - 60c
 Petugas bagian penydapan harus mengenali reaksi yang mungkin terjadi pada saat penyadapan
 Label harus melekat pada kantong darah dan mudah dibaca
 Semua data kegiatan pengambilan darah harus didokumentasikan dan diarsipkan dengan baik.
Peralatan dan bahan yang digunakan dalam penyadapan darah :

 Tempat tidur
 Tensi meter
 Timbangan darah
 Pean
 Hand sealer
 Gunting
 Spidol
 Rak tabung
 Pinset
 Tempat kapas
 Tempat,pinset, gunting, kassa
 Kantong darah
 Alkohol
 Tabung sampel darah dan penutup
 Kassa steril
 Tensoplast

persiapan petugas sebelum mulai bekerja :
 Pakai jas lab
 Cuci tangan dengan sabun
 Pakai sarung tangan
persiapan label / stiker
 Label stiker memuat : nomor kantong, golongan darah, tanggal pengambilan, tanggal kadaluarsa, nama petugas
identifikasi kantong darah
Setiap kantong harus ada sistem penomoran kantong yang tertera pada kantong darah, selang, tabung spesimen dan formulir pengantar ke lab.





persiapan penusukan vena cubitti :
a) Lakukan pada daerah yang telah dipilih untuk melakukan venapuncture pembersihan lekuk lengan bagian depan dengan cara pola lingkaran konsentrik yang membesar. Gunakan kapas steril yang diusap dengan alkohol 70 %.
b) Tunggu hingga daerah lengan yang dibersihkan kering kembali dan jangan menyentuh daerah yang telah didesinfeksi
Tata cara pengambilan darah dan sampel darah :
Pengambilan darah harus sesuai dengan sopyang ada pada utd dengan cara kerja sbb :
1. Donor dipersilahkan mencuci lengan dengan sabun antiseptik
2. Donor dipersilahkan bebaring pada tempat tidur yang telah disediakan dengan posisi terlentang
3. Tangan donor ditempatkan lurus di samping dengan posisi menghadap ke atas.Tensi meter dipasang pada lengan donor dengan posisi selang di atas
4. Kantong darah diidentifikasi dan tabung sampel harus sesuai dengan formulir donor darah, yaitu :

 Nomor kantong
 Golongan darah
 Tanggal pengambilan
 Tanggal kadaluarsa
 Nama petugas
 Jam pengambilan darah

5. Tensimeter dinaikkan hingga batas antara sistol dan diastol, raba dan tentukan lokasi vena yang akan ditusuk; turunkan tekanan manset
6. Desinfeksi lokasi dengan kapas + alkohol 70% dengan melakukan gerakan melingkar dari dalam ke luar minimal 3 kali
7. Buat simpul longgar pada selang kantong darah ± 15 cm dari jarum
8. Tempatkan kantong darah di atas timbangan atau haemo scale
9. Naikkan kembali tekanan manset hingga batas antara sistole dan diastole
10. Lakukan penusukan vena
11. Darah masuk selang, turunkan tekanan manset hingga 40 mmhg
12. Lakukan fiksasi selang dengan plester
13. Kocok darah perlahan agar bercampur dengan antikoagulan
14. Apabila volume darah sudah tercapai klem selang dengan pean 1 dan pean 2 dengan jarak ± 5 cm; potong selang antara klem, kencangkan simpul selang





15. Ambil sampel darah dengan menggunakan tabung contoh ; turunkan tekanan manset hingga 0
16. Letakkan kapas steril di atas jarum, angkat plester; cabut jarum perlahan; tangan donor dilipat.
17. Sealer selang dengan hand sealer hingga darah yang tertinggal di selang tercampur dengan antikoagulan 2-3 kali
18. Cocokkan nomor sampel dengan nomor kantong dan nomor pada formulir
19. Rapikan selang dan masukkan darah ke dalam blood bank
20. Periksa bekas tusukan pada vena donor, bila tidak berdarah lagi tutup dengan tensoplast; angkat manset
21. Persilahkan donor ke ruang istirahat bila tidak ada keluhan dari donor

Pelayanan donor
Setelah selesai donasi, para pendonor harus diberi kesempatan untuk beristirahat minimal 20 menit, sehingga tubuh bisa menyesuaikan terhadap berkurangnya darah. Dalam waktu ini, sekedar minuman dan makanan ringan perlu diberikan untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang. Donor yang merasa lemah atau pusing harus dibantu dengan tiduran, dengan posisi kaki lebih tinggi untuk membantu penyaluran darah ke kepala.












2.2. KOMPONEN DARAH
Komponen darah bagian-bagian darah yang dipisahkan dengan cara mekanik /fisik tanpa menambahkan bahan kimia ke dalamnya.Pengolahan darah adalah tindakan memisahkan komponen darah donor dengan prosedur tertentu menjadi komponen darah yang siap pakai. Dalam proses tersebut asek kualitas dan kemanan harus terjamin untuk mendapatkan produk akhiryang diharapkan. Satu unit darah terdiri dari elemen-elemen selular dan nonselular yang memiliki fungsi beragam. Terapi transfusi darah ditujukan untuk mengganti komponen-komponen yang berkurang pada pasien simptomatik. Setiap produk memiliki resiko terkait dan perbandingan resiko atau keuntungan harus selalu dipertimbangkan.
Teknik pemisahan komponen darah dengan dua cara yaitu :
 Pengendapan
 Pemutaran
Prinsip pemisahan komponen darah yaitu menggunakan alat steril,bebas priogen. Di lakuakan dengan cara aseptik. Menggunakan kantong darah ganda, kantong darah tunggal dengan” transfer bag.” Ketentuan umum pengolahan darah diantaranya sebagai berikut :
 Seterilitas harus diperhatikan pada saat menyimpan komponen darah. Komponen darah harus dibuat secara aseptik dengan menggunakan alat-alat dan caairan steril yang bebas priogen serta harus menggunakan kantong ganda
 Darah untuk pembuatan komponen di simpan pada suhu ya ng sesuai, kemudian di olah menjadi komponen maksimal 8 jam sesudah penggambilan darah
 Unit darah yang akan diolah menjadi trombosit harus disimpan pada suhu 20˚c -24˚.
 Untukmenghasilkan trombosit dan plasma segar beku ( Fresh Frozen Plasma ) yang baik untuk mencegah aktivitas dan pembkuan darah, datah harus diambil dengan trauma minimal. Lama waktu pengambilan darah 4-15 menit
 Proses pembuatan FFP dengan sistem tertutup maksimal dalam waktu 8 jam setelah penyadapan. Apabila komponen tersebut dicairkan maka komponen dapat disimpan pada suhu 10 C – 60 C dan harus ditransfusikan dalam waktu 24 jam, untuk mempertahankan faktor pembekuan yang labil ( faktor V dan VIII )
 Segel penutup kantong darah harus dalam keadaan utuh dan tertutup



A. Persiapan Alat dan Bahan

• Darah dalam kantong ganda tiga
• Refrigererated centrifuge (alat pemutar berpendingin)
• Balance (alat penyeimbang)
• Plasma ekstraktor
• Klem plastik
• Electric sealer
• Handsealer
• Timbangan
• Penyeimbang (tissue, karet, dll)
• Label darah
• Alat tulis
• Alat hitung


B. Cara Kerja
1. Siapkan alat dan bahan
2. Identifikasi kantong satelit :

 No. Kantong
 Golongan darah
 Tanggal pengambilan
 Tanggal pembuatan
 Tanggal kadaluwarsa
 Jenis komponen
 Volume
 Nama petugas
 Suhu simpan

3. Timbang berat darah, rapikan selang, ikat dengan karet gelang.
4. Bersihkan cubing dari sel darah merah dengan handsealer
5. Seimbangkan darah beserta mangkok centrifuge dengan balance
6. Letakkan mangkok centrifuge pada refrigerated centrifuge dengan posisi berhadapan.
7. Putar dengan kecepatan 375 xG, suhu 22oC selama 15 menit.
8. Ansgkat mangkok centrifuge dengan hati-hati.
9. Tempatkan kantong darah pada plasma ekstraktor, jepit, buka klem, alirkan plasma (PRP) ke kantong satelit I, tinggalkan plasma ±2cm dari permukaan sel darah merah.
10. Sealer selang kantong PRC dengan electric sealer, kemudian pisahkan PRC dari rangkaian.
11. Seimbangkan PRP dengan mangkok centrifuge pada balance.
12. Letakkan mangkok centrifuge dengan posisi berhadapan pada refrigerated centrifuge.
13. Putar 1500 xG, 22oC, selama 15 menit.Angkat mangkok centrifuge perlahan, tempatkan kantong setelit I pada plasma eksraktor, jepit,buka klem, alirkan plasma (PPP) ke kantong satelit II.
14. Kembalikan alat-alat ke tempat semula dan simpan komponen darah pada blood bank dan platelet agetator.








C. Alur Pemisahan Komponen Darah
1. Pengolahan Komponen Darah dengan Kantong Ganda Dua
WB





Komponen yang diperoleh : PRC, LP/FFP
2. Pengolahan Komponen Darah dengan Kantong Ganda Tiga

a.









Komponen yang diperoleh : PRC, TC, LP/FFP




BAB III
3.1 MASALAH DAN SOLUSI
A. Masalah dalam aftap
 Dalam melakukan pekaerjaan tidak sesuai dengan sop
- Hemoli (udara dalam kantong masuk ke dalam vena pada saat aftap)
- Macet
- Saat menusuk tidak keluar darah
- Saat jarum di cabut darah muncrat
- Donor merasa kesakitan saat ditusuk
- Donor merasa ketakutan saat aftap
 Kurang ramah dalam membrikan pelayanan
 Kurang komonikasi yang baek dengan donor sehingga calon donorkurang kooperatif pada saat melakukan aftap
 Tidak minta izi pasa donor pada saat akan melakukan penusukan vena
 Tidak meminta tolong pada donor untuk melipat tangan setelah jarum di cabut sehingga dara tetap keluar

B. Solusi aftap
 Berkerja harus sesuai dengan SOP
 Dalam melayani calon donor, harus bersikap sopan, ramah, murah senyum
 Menjaga komonikasi dengan donor, menghargai donor, menerangkan prosedur.
 Biasakan meminta izin kepada donor sebelum melakukan penusukan
 Donor selalu diajak berbicara selama peroses aftap untuk mengurangi rasa tusuk









C. Masalah komponen
 Kontaminasi
- Berkerja tidak sesuai dengan sop
- Tidak melakuakan desinfeksi
- Meja dan peralatan sebelum berkerja
- Tidak menggunakan sarung tangan pada saat berkerja
- Terjadinya repluk ( udarah luar masuk ke dalam kantong)
 Volume komponen darah yang di buat tidak sesuai
- Salah dalam melakukan perhitungan
- Timbangan salah karena tidak di kalibrasi
- Salh menetapkan jenis komponen
- Salah dalam memilih jenis kantong darah
- Salah menetapkan/memilih perogram saat program saat pemutaran,sehingga volume plasma/trombosit tidak sesuai sesuai dengan yang di harapkan
 Kurang kehati-hatian dalam berkerja
- Menyebabkan kerusakan alat
- Hasil akhir tidak sesuai yang di harapkan
- Berkerja membahayakan orang lain
- Tidak berhasil menyelesaikan pekerjaan
 Gagal dalam memperoses komponen
- Salah menetapkan kecepatan pemutaran, suhu dan lama pemutaran
- Bahan yang di peroses tidak memenuhi syarat (volume kurang terlalu lama jarak antara penyadapan dan peroses pembuatan komponen)
- Salah dalam memilih tempat penyimpanan komponen
D. Solusi dalam komponen
 Berkerja sesuai SOP agar mengurangi hal-hal yang tidak di inginkan
 Lebih teliti dalam melakukan perghitungan
 Lebih berhati-hati dalam berkerja







BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
 Petugas Unit Tranfusi darah harus mengutamakan pelayanan
 Dalam pengelolahan komponen darah kualitas dan mutu harus terjamin


B. Saran
Dengan disusunnya makalah ini penyusun mengharapkan kepada semua pembaca agar dapat menelaah dan memahami serta menanggapi masalah dan solusi baik aftap maupun pengolahan komponen darah.

0 komentar:

Posting Komentar

 

reni's blog...^_^ Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting